photo '..from NoWhere to SomeWhere..' by ak
..karena belajar adalah kewajiban dan kebutuhan seumur hidup.. ...karena kebaikan adalah energi + yang tak lekang oleh waktu...

Sabtu, 02 Februari 2019

Tulisan Arab utk Ungkapan Sehari-Hari

Tulisan Arab Sehari-Hari




Alhamdulillahirabbil ‘alamin:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

-

Bismillahhirrahmanirrahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Wa ‘alaikum salam wa rahmatullah wabarakatuh:
وَعَلَيْكُمْ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh:
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Aamiin ya rabbal ‘alamin:
آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن



Takbir:
الله أَكْبَر



Takbir lebaran:

Allahu akbar, Allahu akbar, laa ila hailallahu wallahu akbar, allahu akbar walillah ilham
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ




>> Ucapan Idul Fitri:

Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa siyamakum, kullu amien wa antum bi khair
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ



Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa ja’alna minal ‘aidin wal faizin
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين

– Innalillahi wa inna ilaihi raji’un:
إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ



Insya Allah:
إِن شَاء اللَّهُ



Astaghfirullah:
اسْتَغْفِرِ اللهَ



Ayat Al Quran Perintah untuk berpuasa di bulan ramadhan (Al Baqarah 183)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

[2:183] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasasebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa



Marhaban ya ramadhan:
مَرْحَبًا يَا رَمَضَانَ



SAW (Shallallahu ‘alaihi wa salam):
صلى الله عليه وسلم



Halal:
حَلاَلً



Haram:
حَرَمً



Kalimat tawakal: laa haula wa laa quwwata illa billah
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ



Masya Allah:
مَاشَآءَاللّهُ



Laa ila ha illallah:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله



Asyhadu Al La Ilaha Illallah :
أَشهَدُ أَن لا اِلهَ إلا الله



Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah :
أَشهَدُ أنّ مُحَمّداً رَسُولُ الله 



Subhanallah:
سُبْحَانَ اللّهُ



Allah subhanahu wa ta'ala:

الله سبحانه و تعالى



Taqaballahu minna wa minkum:
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ



Taqaball ya karim:
تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ



Wa iyyakum:
وَ اِيَّكُمْ



Kalimat ta’awudz :

A’udzubillahi minas syaitonirrajim
أَعُوْذُ بِا للّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ



Doa untuk pengantin:

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a baynakuma fi khair
بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ



Kayfa haluk? (Apa kabar?)
كَيْفَ حَالُكَ؟



Alhamdulillah bi khair
الْحَمْدُ لِلّهِ بِخَيْر



Afwan jiddan
آفْوً جِدًّا



Jazakumullah:
جَزَاكُمُ اللّهُ



Jazakallah (untuk laki-laki):
جَزَاكَ اللّهُ



Jazakillah (untuk perempuan):
جَزَاكِ اللّهُ



Syukron Katsiron :
شكرا كثيرا


[Saya repost semata2 untuk kemudahan mencari di blog sendiri, dan kepastian ia tetap ada, tidak kehilangan ref, saat diperlukan]

---- copas dari (dg proses ijin ;) )

http://manisnyaberbagi.blogspot.com/2013/01/tulisan-arab-sehari-hari.html

Sabtu, 29 Juli 2017

Lirik Hadrah – Sholatun Bissalamil Mubin, dan Makna



Sholatun bisalamil mubin…linugthotit ta’yii ni ya ghoroomii)6X


Nabiyyuna kaana ashlattak wiini….min ‘ahdi kun fayakuunu yaa ghoroomii(2X)
back to *(2X)

Ayaman ja’ana khakkon nadhiiri…mughiitsan musbilan subularoshaadi(2X)
back to *(2X)

Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah (4X)
Rosulullahiyaa dhowiil jabiini… wayaamanja’abil khakkil mubiin(2X)
back to *(2X)

Sholatulam tazal tutlaa ngalaika…kami’ thorin nasiim tuhdaa ilaika (2X)
back to * (2X)


Makna nya:



Shalawat serta salam ku persembahkan kepada mu wahai kekasih ku
Sebagai bukti keteguhan ku,wahai Nabi saw (kekasih ku)
Engkaulah sebenar2nya pemberi peringatan pada masa mu

Wahai kekasih ku,wahai Rasulullah saw yang bercahaya wajahnya penunjuk jalan kebenaran

Tak lekang sholawat tercurah pada mu wahai pembawa kebenaran,laksana hembusan angin yang kencang.


sumber: sini

Rabu, 25 Februari 2015

Hikmah Sederhana untuk Usia 4x + : mata ngeTrip

Ini Kisah Nyata.
Jadi simak baik2lah

2 Tahun lalu, saya masih cukup bangga sama rambut saya. Masih keliatan hitam penuh meski tidak terlampau

mengkilat. Paling tidak kalau diliat dari 1meter lebih jarak.

Tahun lalu saya kaget, meski ndak pake shock, rambut2 ini tiba2 lebih kompakan bermain warna.
aih .. aihh ..
Banyak amat yg demikian rajin berubah, tanpa diperintah.
Sinyal2 itu rupanya sudah mulai datang ....



Saya cukup lama pakai kacamata. Meski terakhir masih 'hanya' -1.75.
Kemarin lagi asyik2 ketak-ketik, tiba2 terjadi sesuatu pada mata.

TRipp..!!
Dan font2 di monitor tiba2 jadi cukup kabur.
Saya deketin kepala, tetep.
Saya ganti kacamata, tetep!
ya, saya punya backup kacamata, macem utk In/Out-door.
Saya gak pake kacamata  (-- akhir2 ini klo jarak deket, sudah lebih jelas --)
Tetep pula !

Eladalah.. Addo appo ini ..

Saya intip lensa ke-2 kacamata ini;
biasanya klo kotor, kadang jadi bikin kabur dan sdikit pusing..
Ternyata tidak kotor, meski jelas tdk pula terlampau kinyis2.. ;o .. huhh.

Jadi apa ?
Yaa .. Allah .. ya sudah, saya Nyerah !!
Jadi inilah waktunya 'godaan2' usia 4x ++ itu semakin berdatangan..
Yeah..
mau gimana lagi, sudah waya-nya, kata orang Jawa..
eh bukhan ya..: wis wayahe..,  yg bener

Yahh.. masih mata pula .., bukan organ2 dalam..
Penyakit2 'level konglomerat' juga blum pernah menyapa, Alhamdulillah.
Penyakit selama ini hanya penyakit kaum proletar ..
Pilek dan batuk ..
Jadi..
Disamping menyadari sinyal2 gelombang ke-2 ini, sy sudah memikirkan solusi sederhananya..
Ya ganti lensa saja.
Mgkin sudah aus, mungkin silindernya nambah, mungkin ..


Sambil meratapi nasib (nasib kacamata maksudnya), saya pun lanjut ketak ketik.
Sambil agak miring2 siapa tahu dg sudut tertentu font di monitor jadi lebih jelas

Sambil menghibur diri jalan2 ke pantry kantor (aihh.. cuman 3meter juga')
Sambil ambil biskuit2 beberapa biji
Sambil siapa tahu dapet ilham

Sudah hampir jam 4 sore.
Ketak-ketik pun berlanjut. Lancar seperti biasa.
Sambil mikir2 2arah. Mikir yg diketik, dan mikir yang di kacamata

ehh .. sbentar ..
kok lancar ?
kok bisa liat biasa ? normal? kyk sebelumnya .. ?

Loh ?
gimana sih? kok fontnya jadi tajem lagi. Kok tidak kabur lagi.
Kok liat monitornya jadi gak perlu miring2..  ?!

Alhamdulillah ... ternyata sudah sembuh !!
Lo kok bisa ?

Ya Allah ..., Biscuit ..
Beberapa biji biskuit itu obatnyah !!

yaya .. ternyata yg bermasalah bukan kacamata, dan mata ..
Tapi pe... rut nyah .. !!
ha...hay ...

Ternyata, sarapan gabung makansiang bebrapa siomay + chicken pauw jam 11 tadi belum cukup
hih..

-------
Tadinya saya sudah pasrah ya Allah
menghadapi cobaan hidup yg sudah niscaya itu :)..

Tapi ya sudah..
sekarangpun saya pasrah..
Ternyata se-usia ini,
ini perut masih juga belum bisa diajak hidup lebih tirakat




hhh..
Alhamdulillah ..

apa ..
masyaAllah yaa ?

;) ;@


----- pics : courtesy of google ;*

Minggu, 23 Februari 2014

Cerita Foto - Geoje-si , South Korea - [draft]

Tentang toilet Digital hotel yang sedikit bikin bingung ..
Nha, ada yang membantu cerita di sini :



Tentang nekad nyari jalur bus di hari ke-3 dengan tulisan cakar-ayam, berakhir dengan nyari taxi setelah jalan 3km, berkeringat di kala winter

Geoje island, pulau industrial, selatan Busan, bagian selatan dari South Korea

Kota Okpo dan Geoje-si yang tidak kecil2 amat. 
Sepanjang pulau yg sebenarnya "terpencil" ini (mirip Batam terhadap jakarta), sepanjang jalan yg (sudah) dilalui, banyak 'tertanam' kompleks industri


Tentang parkir yg tidak serapi daerah2 di Singapore. Parkir makan bahu jalan, tetapi tetap tidak sampai bikin semrawut

Tentang Supermarket 'terbesar' di Okpo-dong, yg nyatanya hanya sedikit lebih besar dari Alfa/Indo mart di Indo

Tentang, agak repotnya mau mengexplore daerah2 baru, seperti daerah2 di Eropa/Australi, atau yg terbiasa dengan bhs Inggris bagi masyarakatnya. 


Tentang jalan2 di (tengah2 perkampungan) kota yg tidak terlalu besar, bahkan sempit, tapi tidak macet

Rupanya sedang dibangun mall yg lebih besar, mungkin 

Minggu, 06 Juni 2010

Re n Re

Blog ini akan di ReBonding... eh salah.. di Restorasi..

InsyaAllah... semoga

doain ya..

Rabu, 09 September 2009

KEBAIKAN YANG INDAH



Seorang wanita baru pindah ke sebuah kota kecil. Setelah berada di
sana beberapa waktu, ia mengeluh kepada tetangganya tentang pelayanan
buruk yang dialaminya di apotek setempat. Ia meminta tolong pada
tetangganya agar mau menyampaikan kritiknya pada pemilik apotek itu.

Beberapa hari kemudian wanita pendatang tersebut pergi lagi ke apotek
itu. Pemilik apotek menyambutnya dengan senyum lebar sambil mengatakan
betapa senangnya ia melihat wanita itu berkenan datang kembali ke apoteknya,
dan berharap wanita dan suaminya menyukai kota mereka. Bukan hanya itu,
pemilik apotek itu bahkan menawarkan diri membantu wanita dan suaminya
menguruskan berbagai hal agar mereka bisa menetap di kota itu dengan nyaman.
Lalu, ia pun mengirimkan apa yang dipesan wanita itu dengan cepat dan baik.

Wanita itu merasa senang dengan perubahan luar biasa yang ditunjukkan oleh
pemilik apotek. Kemudian, ia melaporkan hal itu pada tetangganya.
Katanya, "Anda tentu sudah menyampaikan kritik saya mengenai betapa buruk
pelayanannya waktu itu."

"Oh, tidak," jawab tetangganya. "Sebenarnya saya tidak menyampaikan kritik
Anda pada mereka. Saya harap Anda tidak keberatan. Saya katakan pada pemilik
apotek itu betapa Anda terkagum-kagum melihat caranya mendirikan apotek di
kota kecil ini. Dan, Anda merasa apoteknya adalah salah satu apotek dengan
pelayanan terbaik yang pernah anda temui."

--------------------
--Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan(disediakan) kebaikan dan tambahan
(ridha Allah) serta muka-muka mereka tidak tertutup oleh kehitaman dan tidak
(pula) kehinaan. Mereka itulah ahli surga yang mereka kekal di dalamnya [Yuunus; 10:26]

_______________________ catatan :
artikel ini di-copas dari milis padhangmBulan, dg sender berinisial : LM/WP.
gb dari : sini

Semoga kita, dan terutama saya, bisa belajar banyak dari cerita sederhana tapi berarti ini.
Seringkali cara/metode/teknik sangat penting untuk dipikirkan dan menentukan keberhasilan, jauh lebih efektif daripada bagusnya tujuan, tanpa teknik dan strategi yang baik. Semoga.

Alhamdulillah, Passwordku Bisa

Alhamdulillah, setelah mencoba dengan pantang menyerah, berbulan-bulan, berminggu-minggu, berhari-hari (loh, kok kebalik?), akhirnya password gmail/blogger ini bisa saya ingat kembali.

Semoga dengan begini, blog ini bisa kembali terupdate (ah alesan mulu).
Eh tapi bener, tidak updatenya blog ini memang ada hubungannya dengan lupanya password, walau memang penyebab utamanya karena tulisannya yg tidak pernah siap upload, hehe...

Demikian dulu

Selasa, 07 Juli 2009

Status-status FB itu..

Ya, yang saya maksud FB adalah fesbuk alias Facebook.
Kok FB dibawa2 kesini ?
Iya, karena saya ingin menyalahkan ke-FB-an saya yang menyebabkan blog ini lagi-lagi terlantar.
Itu pertama :)

Kedua,
Pada galibnya (kenyataannya ?), banyak hal yang saya tuangkan di FB (berikut beberapa komen, diskusi, serius maupun sok serius, becanda, maupun konyol) bisa saya tuliskan dan detilkan menjadi sebuah tulisan yang lebih bermakna di blog (halah, makna apanya?). Maksudnya, bermakna untuk mengisi kekosongan blog, begitu :)


gb dari sini

Ketiga,
Saya sudah menyimpulkan, untuk kondisi saat ini saya 'tidak sanggup' untuk terus 'berkarya' secara lebih baik dan utuh (walah, emang yg mana) di blog ini. Jadi mungkin akan saya isi dengan memakai gaya yang lebih 'natural' (maksudnya, sekenanya kale hehe).
Tapi saya jamin tetep bermakna kok (lihat soal makna di point 2 di atas haha..)

Demikianlah, akhirnya ini lah persembahannya..

_____________________________


7 Juli 2009 :
Untuk melakukan sesuatu yang serius dan penting, kita harus pakai ilmu. Jadi, Maaf Kawans, "Elmu" saya belum cukup untuk memahami ini semua... Selamat (TIDAK) Memilih.. !

6 Juli 2009 :
Benarkah kita masih PERLU memilih, ketika semua PIHAKs (jama'ah/gerombolan-nya),
menempuh SEGALA cara untuk menang ? Benarkah kita (sedang) memilih Pemimpin? Sungguh, Saya memilih untuk jadi PemimPI saja!!

2 Juli 2009 :
JK pinter sekali mengkategorisasi masalah, cepat punya solusi, walaupun masih debatable;
Sby memang bijaksana, pintar mengargai orang, cukup intelek d berhati2, tapi jadi kurang menukik

1 Juli 2009 :
Mungkinkah Politik "Langit" ada berbarengan dengan dunia Duit (Kapitalisme cs) ?!! no
.. no.. dont think so..


26 Juni 2009 :
Simplifikasi: Utang Negara yg Trilyunan ini, mgkin seperti kita yg utang KPR. Seberapa
banyak dari kita bisa beli rumah tanpa KPR ?

24 Juni 2009 :
Kita punya pecel nikmat, tapi peraciknya tukang rebutan dan penjaganya kelas sinetron.
Kita punya roti harum, tapi belinya harus ke warung si Mister, with a CC, its a must
condition! . Kita bisa bikin gudeg ciamik made in celebes, tapi para makelar sudah antri
tak karuan. What a BAD choices..


23 Juni 2009 :
Wiranto memang tentara yg cerdas d cukup tenang, Budiono konseptual dan luas, Prabowo
hanya salut sama semangatnya


23 Juni 2009 :
Jika yang engkau tuhankan segunung emas, maka tunggulah sampai gempanya menguburkanmu (*from somewhere*)

19 Juni 2009 :
[Berita Ngawur] Vandalisme Suramadu...
dari JP
Hahaha.. Bangsa yg Lucu, baru belajar alam full demokrasi, Euforia yang tak
berkesudahan.. Sekali lagi, note saya tentang Budaya Internet, Budaya NGERUMPI menjadi
SANGAT Penting (hehehe promosi) --
di sini


18 Juni 2009 :
DEMOKRASI 3.0! Kawans, mungkinkah "mengendalikan" negara/politik lewat suatu System ??..
Demokrasi 2.0 sudah dimulai.. Mungkinkah menginisiasi Demokrasi 3.0 ?!

17 Juni 2009 :
Ketika kepala terang benderang, tanda Otak bekerja gamblang... Ketika hati berdesir
tentram, tanda Nurani sedang tersiram... Ketika dada berdegup kencang, tanda Nafsu
sedang meradang.... (T or F, Believe It or Not)


15 Juni 2009 :
Pemberantasan Korupsi SBY paling lugas! (hey kawans.. diriku obyektif kan? :D)

15 Juni 2009 :
tapi..... diriku masih belum mengerti juga, kenapa namanya Suramadu ???

15 Juni 2009 :
Isu Kemandirian JK menarik juga

12 Juni 2009 :
Temans, bagi orang luar, Indonesia sangat menarik dan kaya. Monggo optimalkan
pengetahuan dan pengalaman keIndonesiaanmu utk kepentingan bangsa ! Merdeka !!
(halaah..) (*berdasar pengalaman pribadi yg sering tergagap menjelaskan pariwisata Indonesia, krn minim exprnce hix..)

10 Juni 2009 :
Sejak lama diriku deg2an menunggunya. Dan hari ini adalah salah satu puncaknya. Selamat datang yang kutunggu-tunggu... (Selamat tretan Madura, selamat menyambut Suramadu)

3 Juni 2009 :
Semakin diperhatikan kok ternyata semakin tidak menarik... (a message for an object : politica of indonesiana)

1 Juni 2009 :
Memang semakin luas cara dan volume orang berkomunikasi, (seakan2) semakin banyak dan kompleks problem terjadi. Dan kita ternyata masih harus terus belajar, belajar, dan bersabar... Semoga !

Rabu, 15 April 2009

Puisi2(an) Legisla-si(a2)

Satu Pemilu lewat baru saja
Ada ceria, ada euforia
Ada bencana, ada (yg jadi) paria
Karena harta sudah tiada

Bukan itu saja
Karena banyak juga yang gila
Hanya karena suara
Apa daya, perjuangan itu hanya mimpi semata
Karena engkau harap pesta
Di atas derita para jelata

Bagi yang tersenyum di sana
Apa pula yang ada di kepala
Apakah nasib bangsa
Ataukah kemewahan keluarga
Apakah perbaikan kasta
Juga rebutan harta negara

Lalu Sang Suara bertanya
Apakah yang kau maksud idealita
???

gb: news.uns.ac.id

Kamis, 02 April 2009

Kampanye, Pemimpin, dan Panggung itu


Sudah dua minggu masa kampanye pemilu. Tiga orang sekawan, masih tenang2 saja.

So : Hey Te, juga kamu Re, gak ikutan kampanye?
Te : Kampanye kan buat yang punya kepentingan
Re : Iya, kan kita bukan caleg

So : Lo tapi kan kalian perlu punya wakil?
Te : Aku merasa tidak diwakili
Re : Aku merasa baik-baik saja tidak punya wakil

So : yaah.. tapi kan paling tidak kamu2 perlu pemimpin dong
Te : Pemimpin itu yang banyak membantu dan mendukung, bukan minta banyak bantuan dan
dukungan
Re : Setiap orang kan pemimpin, kata agama

So : Ah susah deh, okelah, jangan ngomong pemimpin deh.. tapi kan kalian perlu dpr &
Presiden. Pengurus dan ketua pengelola pemerintahan negara
Te : Itu kan kebutuhan para pemain politik, kami2 sih gak ada hubungannya
Re : Secara filosofis, presiden dan dpr itu bawahannya rakyat, jadi mereka yang perlu
mengelu2kan kita, bukan sebaliknya, mereka yang di atas panggung, kita yang kepanasan
berebut nasi bungkus

So : ah au ah.. gelap ngomong ma kalian. Ku mo pergi, ikut rame2 kampanye
Te : Kemana?
Re : Kampanye apa?

So : hmm..itu.. pokoknya yang ada dangdutnya deh..
Te : lha..? tapi kalo gitu aku ikutan deh..
Re : ???

Rabu, 18 Maret 2009

Aku, Sesuatu, dan Garis itu



siapakah dirimu
yang menentukan hari-hari ku

apakah dirimu
yang mengatur waktu-waktu ku

kenapakah diriku
mesti melihat mu

betapakah diriku
dah membebaskan mu

aku adalah aku
dirimu tetap dirimu

siapakah dirimu
apakah dirimu

aku hanyalah aku

aku bukan dirimu
dirimu bukan diriku

tidak masalalu
bukan masakini
begitupun masadepan

apakah dirimu seseorang
ataukah dirimu sesuatu
jangan-jangan dirimu tidak ada

siapakah dirimu
apakah dirimu

aku bukan siapa-siapa
aku hanyalah aku

aku hanya mau berjalan
dengan atau tanpa dirimu

jangan halangi jalanku
aku hanya ingin ke depan

aku tidak bisa mundur
itu kan membuatku jatuh
mungkin tersungkur

aku hanya ingin berjalan
ke depan

seperti garis
sederhana
sederhana saja



planet : www.princeton.edu

Kamis, 19 Februari 2009

Sedikit Bicara Laut


Posting kali ini sebenarnya adalah apresiasi (baca: komentar2) saya atas posting seorang senior (kampus dulu), yang sedang menyajikan sebuah tulisan serius tentang keadaan kelautan Indonesia. Terutama dari sisi keamanan, potensi kekayaan laut kita yang luar biasa besar, dan problema yang ada.
Tulisan-tulisan tersebut, di samping ditujukan untuk mengikuti sebuah kompetisi blog, dan karenanya cukup tajam dan kaya akan data, juga disajikan dalam rangkaian tiga artikel, yang kesemuanya, menurut saya jauh lebih dari layak untuk nampang di media publik nasional.

Karena itu tulisan ini sendiri sebenarnya tidak terlalu utuh. Dan karenanya, saya sarankan anda membaca tulisan yang saya komentari tersebut dulu.

Salah satu problem yang disorot adalah tentang kurangnya perhatian serius pemerintah terhadap infrastruktur maritim Indonesia, terutama dalam hal pengawasan keamanan di laut. Pendeknya tulisan tersebut menengarai adanya disorientasi pembangunan nasional.

Disorientasi pembangunan! Menarik istilahnya, tapi saya tidak yakin, itu penyebab satu2 nya (atau yang utama). Kemungkinan lain menurut saya adalah memang tidak optimalnya semua sektor pembangunan kita. Di (industri) darat, kita “hanya” membangun jabodetabek. Di sektor pertanian, dimana seharusnya Indonesia bisa menjadi “raja petani” dunia, petani2 kita diombang-ambingkan dengan masalah pupuk, dan proteksi/non-proteksi serta jalur distribusi (monopoli) yang tak kunjung jelas. Pertanian di sini juga sebenarnya adalah termasuk budidaya kelautan.

Yang tampak lebih jelas adalah : strategi (tepatnya, implementasi) pembangunan yang serba jangka pendek. Tidak kuat “sengsara” sesaat, untuk mendapat keuntungan yang lebih abadi..
Ini juga sangat tampak jelas di sektor Oil&Gas (dan mining).. dimana sudah hampir 50tahun, tidak juga ada perkembangan berarti dalam hal kemandirian.


Agak susah sebenarnya memberi komentar pada artikel2 laut tersebut.
Pertama, karena referensinya yg berjibun. Siapa coba yg “berani” melawan sejumlah tulisan dan buku2 serius dari pihak yg berkompeten seperti itu.
Kedua, apa yang ditulis juga tentang hal besar yg melibatkan institusi dan strategi pembangunan nasional yg tidak sederhana, paling tidak melibatkan pihak dan modal besar.
Ketiga, tulisan itu sebenarnya tidak pantas hanya ada di blog. Bukan karena tidak bermutu, tapi malah terlalu/sangat bermutu untuk tidak dipublish di media publik nasional (koran/majalah nasional).. hehe.. (terlalu memuji ada maunya... :D)

Tapi untuk sekedar memberikan opini, tanpa harus mendasarkan referensi lain, bolehlah :).
Pertama, soal visi pemimpin (pada pembangunan kemaritiman).
Tidak mudah menemukan pemimpin seperti ini, saya setuju. Disamping karena memang jarang yang secara individu punya visi maritim yang kuat, juga secara kolektif, isue pembangunan maritim ini tidak pernah (seingat saya) menjadi isu nasional. Katakanlah oleh anggota DPR, tokoh parpol, maupun tokoh masyarakat secara umum. Bahkan untuk sekedar menjadi polemik sekalipun (karena biasanya isu besar/penting disertai oleh polemik publik).
Ini beda, misalnya dengan permasalahan industri minyak/gas/tambang, insfrastruktur transportasi publik, pengaturan kembali jawa/jabodetabek dst.

Kedua,
Apa pasal sehingga isue maritim yang sebenarnya cukup strategis tersebut, jadi tidak terlalu menggema?
Saya melihatnya karena hal-hal ini :
- pembangunan maritim ini lebih banyak merupakan investasi infrastruktur yang sangat berskala jangka panjang. Artinya, ROI-nya tidak akan tercapai dan dirasakan dalam waktu cepat. Hal ini agak beda dengan infrastruktur jalan tol, misalnya, yang meskipun juga berperiode investasi jangka panjang, tapi pergerakan ‘cash-flow’nya bisa sangat nyata dirasakan investornya, karena ia (pasti) terpakai oleh penggunanya.
- karena item di atas itulah, investasi tersebut menjadi “tidak sexy” (not really interesting), bagi banyak pihak. Pihak2 di sini, bisa sangat banyak. “Politikus”, pemerintah sendiri (karena akan kesulitan mengajak pihak2 lain), juga investornya sendiri.
- Apa yang saya sebut “investor” di atas, dalam hal ini nampaknya bisa dibilang “tidak ada”. Karena pembangunan infrastruktur maritim, tidak memberikan keuntungan langsung bagi pihak ketiga (non-pemerintah). Ia hanya memberikan landscape pembangunan bagi pemerintah. Mirip dengan pembangunan insfrastruktur jalan raya (bukan tol). Karena itu, modal yang akan diinvestasikan kemungkinan besar harus datang dari APBN pemerintah, bukan dari konsorsium investasi swasta, yang biasanya terjadi untuk proyek2 besar yang strategis (dari sisi ‘pasar’). Saya tidak terlalu mengerti bagaimana “akuntansi negara” di atur, tetapi bisa kita bilang, hal itu akan menjadi problem besar bagi APBN. Karena dengan kondisi yang sekarang saja, jatah2 pos APBN untuk tiap sektor yang “mengklaim” dirinya strategis (pendidikan, pertahanan - termasuk kemaritiman ini sebenarnya, kesehatan, dst) masih “bermasalah” dari segi rasio kecukupan antara kebutuhan dan pemenuhan.
- Saya tidak terlalu mengerti bagaimana mengatasi keterbatasan “modal” di item di atas, tapi mungkin moda pinjaman luar negeri (lagi!, apa pun bentuknya), bisa menjadi solusi. Tapi sekaligus, juga akan membuat “trap” baru : kita mengharapkan kemandirian, tapi dengan cara meminta tolong orang lain lagi.
Sungguh dilema kalau seperti itu.

Demikian

----
Selebihnya, karena ini hanya komentar, beberapa komen atas komen (diskusi kecil) ini juga ada di blog empunya artikel. Terima kasih

gambar : dkp.go.id

Senin, 19 Januari 2009

Senjata Makan Tuan : ngeBlog yuk!!


Apa yang kita usahakan ketika anak kita yang mulai beranjak SD semakin sering memberi pertanyaan yang 'menyudutkan'? Dalam arti karena beruntunnya pertanyaan maka seringkali kita malah kehilangan jawaban yang pas. Iya, yang pas. Bukan berarti tidak bisa.
Maka kita berusaha memberi jawaban yang memuaskan, masuk akal (nya si anak) dan juga tidak bertele-tele. Kalau bisa memberi jawaban dengan contoh.

Ayah, kenapa sih Allah kok menciptakan hujan? Hmm.. masih gampang kan? Biar tanaman-tanaman bisa tumbuh.

Ayah, kenapa sih kok ada orang jahat? Hmm.. masih terjangkau juga :). Karena manusia punya keinginan 'macam-macam'. Begitu intinya (tapi tidak demikian kalimatnya).

Ayah, kenapa sih Allah kok menciptakan rokok? wah.. sudah agak susah!
Ini karena dia sudah 'terlanjur' memegang konsepsi bahwa segala sesuatu itu diciptakan Tuhan. Tidak gampang memberi pengertian bahwa tidak semua yang ada di dunia langsung melewati 'tangan' Tuhan secara absolut.

Hmm...
Saya tidak ingin bercerita tentang pernak-pernik pertanyaan anak dan kisi-kisi jawabannya. InsyaAllah sudah banyak yang membahasnya. Googling aja! Pasti dapat (sok yakin mode on).

Ini sebenarnya tentang si anak yang saking pengen tahunya akan banyak hal, maka apa yang sedang dilakukan ortunya ia juga ingin mencoba dan merasa bisa. Tentu kita senang dibuatnya. Bisa jadi itu salah satu tanda minat belajarnya yang besar.

Hanya minggu kemarin kejadian waktu sedang asyik browsing dan blogwalking. Walaupun selama ini dia sudah cukup akrab dengan PC, tapi belum terlalu perhatian sama aktifitas nge-net.

Ayah lagi ngapain?
Karena gak pengen panjang, saya jawab aja, ngeBlog. Harapannya dia gak ngerti dan jadi 'menjauh'. Ternyata saya salah kira.
Apa itu ngeBlog? Hmm, 'terpaksa' deh jelasin dikit-dikit.

Kakak mau dong.. (waduh.. ).
Dan.. akhirnya, saya tidak bisa 'menolak nasib' :D. Terpampanglah sebuah blog dengan namanya.

Dan.. itu belum cukup !
Karena minggu-minggu berikutnya setelah itu meluncur kata-kata ini dengan santainya :
Ayah.. ngeBlog yook!
(he..h.. ?)

Semoga ini bukan sejenis senjata makan tuan :))
(lha wong kita orang blogging nya kembang kempis, mana mesti ditambah bantu satu lagi :D)
Tidak apa-apa lah, yang penting anak jadi belajar sesuatu yang baru, dan bermanfaat.

Sampeyan setuju?

Selasa, 06 Januari 2009

Palestina : I am accusing Arab countries, not (only) US


Seorang teman di sebuah milis menyatakan keprihatinan dan kegeraman yang amat sangat tentang keadaan di Gaza, Palestina.

Salah satu kalimat yang saya garis bawahi dalam komentar saya adalah kalimat di bawah :
"Saya kecewa dengan Mesir, Arab, dan sekitarnya, yang takut akan US dan UK ..."

Menurut pemahaman saya memang di situlah letak kunci penyelesaian
masalah Palestina - Israel. Kecuali ada 'keajaiban' Amerika/Israel
runtuh/sadar dengan sendirinya.

Segala macam dukungan : moril, demo, dana, diplomasi, bahkan prajurit
syahid, dari pihak dan negara2 di luar di atas mungkin cukup berarti,
tapi tidak akan cukup mengubah situasi.

Iran meronta.. Tapi Ahmedi tidak mampu sendiri..
Arab diam. Bagaimana tidak diam? Kalau minyak, teknologi, dan uang nya
diputar Amerika?
Mesir ? (mesir punya apa ya?)
Indonesia ? Secara "resmi" ia mengutuk, tapi secara nyata tidak bisa berbuat banyak.

Jadi, dalam jangka panjang, ini kembali berupa permasalahan,
kemandirian negeri2 muslim. Juga : persatuan.
Utamanya dalam hal ini adalah persatuan negeri-negeri Arab. Karena sesungguhnya mereka lah yang punya kekuatan riil di wilayah Timteng untuk menentang kekuatan Amerika dan sekutunya.


Jadi, kalau kita sangat bernafsu mendemo Amerika, Israel, dan Inggris, maka yang juga (lebih) penting adalah "meneriaki" negeri2 Arab.
Karena kalau Amerika-Israel dan sekutunya, sudah tidak bisa diharapkan lagi. Semua indra mereka sudah tertutup, mungkin juga ditutup rapat2. Sedang negeri2 Arab, paling tidak adalah bagian dari "kita" juga. Kecuali kalau mereka juga sudah merasa tidak (perlu) seperti itu.
Hal senada ternyata juga dilontarkan seorang pakar TimTeng dari LIPI di berita detik.com : .

Dan untuk konteks Indonesiaan, persatuan yg dimaksud juga masih jauh.
Buktinya? Parpol2 yg mengaku Islam makin banyak, makin pecah, makin
jalan sendiri.. Juga Ormasnya..

Sekali lagi, ini bukan kontra-support dari aksi2 yg dilakukan
sekarang, tapi sekedar agar kita tidak 'lupa' apa yg paling strategis
dilakukan...

Paling tidak begitulah pemahaman saya, CMIIW.

Rabu, 31 Desember 2008

Ketika Anak Menyebalkan !!!

Hari ini akhir tahun
Sekian banyak orang berharap ceria
Daku pun sedikit banyak begitu juga
Paling tidak bisa berpanjang sang liburan

Apa daya langit rumah tak selamanya cerah
Guntur dan gemuruh kadang bersahut tak terduga
Kadang karena presiden sedang kalut
Kadang karena sang menteri juga kusut

Tapi kali ini satu rakyat sedang kalut
Bersungut-sungut mengobarkan bara yang tersulut
Daku ikut merengut
Mencoba melumpuhkan gelora yang coba direnggut

Braak!!!

Daku tak kuat menahan gejolak
Melabrak gerbang yang diam tak peduli
Lebih baik kucari ceria di kedamaian resto nan bersorak
Agar segera hilang amarah yang menyembul dari dalam sunyi

Sesaat kunikmati suasana
Sesaat kulupakan bara

Sekeliling berdiam dalam ruang sendiri
Sekeliling berjalan dan berlari kesana kemari
Sekeliling tiba-tiba menghentak memecah udara
Sekeliling tiba-tiba menawarkan pengap dalam ruang terbuka

Ada apa

Bukan apa-apa
Bukan, bukan di sini tempat menenggelamkan duka
Bukan di sini tempat menumbuhkan suka
Bukan di sini tempat menyemai asa

Kepalaku melayang ke alamat sang pengganggu
Dimana hati dan bunga-bunga kecil sedang menunggu
Kasih dan canda sang penguasa gubuk
Agar tak runtuh langit yang sedang mabuk

Betul adanya

Di sanalah telaga itu ada
Dengan sang penunggu yang senatiasa sabar setia
Dengan sang pangeran dan para peri yang tak berdosa
Di hadapan sang penjaga yang layaknya perkasa, penuh suka, membawa damai sentosa

Begitulah

Tak ada yang lebih ramah selain di sana
Tak ada yang paling indah kecuali dengan semua
Tiada damai yang cerah berahma
Tiada noda yang tak mau hilang selamanya

Bersama para pecinta dan dicinta
Semoga

Selasa, 23 Desember 2008

D3 - part 1


Dialog Dengan Diri (D3)
Sebuah rangkai tanya dan asa dalam pergantian masa


Hai, kamu baik2 aja?
Baik.
Tapi kamu ndak ceria?
Siapa bilang kabar baik harus ceria?
Hmm.. kenapa gitu?
Kalo kamu bilang baik itu ceria, berarti yang punya kabar baik terus selalu artis dong. Kecuali ia lagi berakting sedih. Padahal siapa jamin, sang artis punya kabar yang baik?

Jadi, baik itu gimana?
Ya.. tergantung ukuranmu dong.
Wah.. kamu sih ndak mau jawab itu.
Baik dan tidak itu kan menyangkut keadaan. Bisa hati bisa fisik, bisa dua-duanya. Itu juga tergantung standar-standar hidupmu. Kalau ceria atau tidak kan terkait ungkapan fisik. Apa yang keliatan dari luar. Raut muka, gerak tubuh, intonasi suara. Apa kamu mengira seorang ibu yang menangis bahagia saat anaknya menikah, itu sedang tidak baik keadaannya? Apa kamu mengira seorang yang tiba-tiba menari-nari melompat girang di jalanan itu pasti sedang baik keadaannya? Jangan-jangan malah ia tidak berhenti melakukannya sepanjang hari dan minggu :P.

Jumat, 21 November 2008

Technology : Quo Vadis?

Tulisan ini masih berupa 'salinan' dari obrolan saya dengan temen-temen di milis tertentu. Ini pun sudah cukup jadul. Tapi gak papa ya. Idenya masih relevan kok (maksa). Tulisan ini sebenarnya terkait tulisan Dewi Lestari -Harta Karun buat Semua - yang diposting seorang rekan. Bukan, saya bukan fans berat si Dee, tapi kebetulan saja waktu itu idenya cukup menarik. Silakan cari sendiri tulisan aslinya, karena memang sudah cukup (sangat?) lama.

Saya ingat pernah membahas tentang semacam 'tesis' pribadi dengan seorang teman, bahwa:

"Sebenarnya (extremnya) saat ini kita (dunia) ini sudah tidak memerlukan lagi mengejar technology (yg lebih) canggih, karena yg lebih dibutuhkan adalah 'teknologi moral' yg bisa membuat kita (dunia) bisa merasakan kemajuan/kemakmuran/kedamaian bersama--yg lebih merata.."

Sekedar contoh extrem adalah, selagi jutaan dolar US (entah punya siapa aja; kemarin2 sih, kalo sekarang US lagi sekarat juga!!) dialokasikan ke research angkasa luar (dan telematika salah satunya, mungkin), kenapa tidak lebih dulu 'dunia sepakat' untuk berhenti dulu, agar dana yang sedemikian besar itu bisa digunakan untuk mengangkat harkat jutaan orang di negeri2 tertinggal?

Pasti, sebagaimana teman saya -- walaupun beliau tidak full-kontra, akan banyak pro-kontra dg ide tersebut. Akan banyak sekali aspeknya. Dan mungkin akan kedengaran naif, simplifikatif, kontra-modern, dsb (asal gak kontra-revolusi ya? :P)
Kata sang teman: ya tidak perlu begitu, setiap orang/kelompok bisa 'berlari' sendiri sesuai kepentingan dan idealisme nya; yang lebih diperlukan adalah lebih menyeimbangkan : yg terlalu ke atas, bisa lebih horisontal sedikit, yang terlalu lebar, bisa lebih memanjang, dst...

Bisa dibilang betul juga, mgkin seperti saat jaman perang pun (perang modern maupun perang jamannya nabi), tetep ada semacan role --setiap orang berperan dan berjalan dg responsibility masing-masing--, bahkan sabda Nabi sendiri : tidak perlu semuanya ikut berperang, harus ada yg tetap menuntut ilmu.. Artinya dalam keadaan apa pun, kepentingan dan 'kecenderungan' tiap orang/kelompok, mesti dan perlu diwadahi.

Hanya masalahnya, nampaknya sekarang yg ikutan 'berperang' di technology/business enhancement jauh lebih besar daripada yang lebih tertarik untuk memeratakannya; dan melihat trendnya, nampaknya masih jauh dari harapan di tulisan itu, untuk melihat orang cukup 'berjalan' saja dulu. Begitu..

Kalau (mem) bingung (kan) lapor yak?

Rabu, 29 Oktober 2008

Pengen Nonton Film Bagus (adakah?)


Buat temen-temen yang kecewa karena blog nya nganggur, buat beberapa biji klik yang kesasar, dan buat siapa aja yang setia menemani (wix..), selamat berjumpa kembali. InsyaAllah kondisi hiatus nya tidak akan dibiarkan berlama-lama lagi (masak sih? Janji mulu :)).

Mengutip seorang rekan, sebenarnya selama ini saya masih aktif jadi penulis :P : kadang nulis sms, kadang nulis ucapan bos, kadang nulis email, kadang blog, sering juga nulis milis (lha jadi penulis benerannya kapan ya?).
Nha, yang terakhir ini yang sebenarnya cukup ‘mewakili’ absensi saya di dunia blog. Dan.. kalo boleh saya buka rahasia dikit :), blog ini ada salah satunya karena untuk menampung “napsu” ngoceh, eh nulis, saya di milis-milis.

Hmm.. karena itu, saya ingin mengangkatnya (ah kayak novel mo difilem-in) saja ke sini. Ada yg mungkin akan saya edit dan mark-up, eh make-up, ada yang apa adanya, ada yg sedikiiit sekali editnya. Seperti di bawah ini.
………….

Baru (xxsemingguxx) beberapa minggu lalu saya nanya ke milis (ex) kampus, tentang semakin hebatnya Dubai dalam membangun infrastruktur2 kelas atas, seperti hotel, bangunan2 megah dan mewah, dan macem2nya. Seakaan2 kemewahan Dubai tak tertandingi di dunia.

Saya nanya ke forum, apa memang benar secara ekonomi (macro) TimurTengah (khususnya Dubai tadi) sudah menjadi kekuatan ekonomi baru dunia (secara keseluruhan : fundamental, produktif, konsumtif..). Karena katanya satu2 nya liquid fund (dana yg bisa dicairkan segera?), itu hanya ada di Timur Tengah. Sedang Amrik lagi pingsan, Eropa mungkin terseret, Cina baru mulai bangun... dst.

Seorang senior di situ, memberi jawaban dengan simple : sudah nonton film Syriana ? Karena katanya film itu berdasarkan rumor yg benar,dan terkait pertanyaan di atas. Wah.. saya sih kayaknya pernah nonton, tapi cuman sepotong2. Karena dalam beberapa bulan terakhir, saya cukup males nonton.

Terus terang sedikit sekali film2 (besar dan terkenal) pun yg bisa bikin saya fully impressed (sangat terkesan). Apalagi film Indonesia. Sejak jaman kuliah, sampe sekarang, film yg paling berkesan bagi saya adalah "Devil Advocate" (Al-Pacino & Keanu Reeves). Itu sekitar tahun1997-an.Bukan karena para actornya mirip saya (hehehe..). tapi ada sesuatu difilm itu yg bisa saya ambil 'ajaran dasarnya'. Cobalah tonton...mungkin anda bisa punya pengalaman yg sama. Mungkin juga tidak, seperti teman saya dulu yang merasa 'saya tipu' :D.

Begitu banyak film2 terkenal yg kata orang bagus... bikin saya kecewa.. krn tidak ada sesuatu yg bisa membuat saya ter-impresi karenanya. Yang ada adalah saya jadi 'sombong' : wah.. kalo cuman gitu sih, saya bisa bikinnya :D. Apalagi film Indonesia.. apalagi kelas sinetron :P.
Makanya sampe sekarang saya belum berminat nonton LP (baca novelnya separu) maupun AAC (baca novelnya full, walo telat). Hmm.. tapi ingat2 saran tentang Syriana, kayaknya saya mesti berpikir lagi : mulai lagi nonton film2 (bagus).

Siapa mau ? atau ada saran?


Salam,
Tontowi
JurongEast,Oct08

Rabu, 01 Oktober 2008

Mohon Maaf Semesta

Mohon Maaf Semesta

kepada engkau yang pernah aku sakiti
kepada engkau yang sering aku kasari
kepada engkau yang susah aku senyumi

aku meminta maafmu

kepada beliau yang aku harap doanya
kepada saudara yang tak habis cintanya
kepada sang kinasih yang tak bosan bersama
kepada sahabat yang tak alpa dalam suka duka

aku junjungkan kata maafku

kepada mereka yang kerap aku cueki
kepada mereka yang gampang aku sindiri
kepada mereka yang tak jarang aku kata-katai

aku memohon maafmu

kepada forum-forum yang kusombongi dengan atau tak sengaja
kepada komunitas maya yang berbagi ilmu dengan bahagia
kepada masyarakat dunia yang tanpa malu ku bertanya

aku kan harap didera maafmu

kepada sang waktu yang tak kunjung kupenuhi hak-hak hakiki
kepada sang mentari yang kulewati saja hari demi hari
kepada sang bulan yang sering terjalani tanpa arti
kepada sang bintang yang tak kusapa tanpa tahu diri

aku haturkan maafku

kepada sang Pemilik para engkau
kepada sang Pencipta para beliau
kepada sang Penyayang 'para' mereka
kepada sang Pengayom komunitas apa saja
kepada sang Penguasa galaxi para bintang

daku memohon rido dan ampunMu
duhh...


Selamat Iedul Fitri 1429H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Batam, 1 Syawal 1429H