
Seorang wanita baru pindah ke sebuah kota kecil. Setelah berada di
sana beberapa waktu, ia mengeluh kepada tetangganya tentang pelayanan
buruk yang dialaminya di apotek setempat. Ia meminta tolong pada
tetangganya agar mau menyampaikan kritiknya pada pemilik apotek itu.
Beberapa hari kemudian wanita pendatang tersebut pergi lagi ke apotek
itu. Pemilik apotek menyambutnya dengan senyum lebar sambil mengatakan
betapa senangnya ia melihat wanita itu berkenan datang kembali ke apoteknya,
dan berharap wanita dan suaminya menyukai kota mereka. Bukan hanya itu,
pemilik apotek itu bahkan menawarkan diri membantu wanita dan suaminya
menguruskan berbagai hal agar mereka bisa menetap di kota itu dengan nyaman.
Lalu, ia pun mengirimkan apa yang dipesan wanita itu dengan cepat dan baik.
Wanita itu merasa senang dengan perubahan luar biasa yang ditunjukkan oleh
pemilik apotek. Kemudian, ia melaporkan hal itu pada tetangganya.
Katanya, "Anda tentu sudah menyampaikan kritik saya mengenai betapa buruk
pelayanannya waktu itu."
"Oh, tidak," jawab tetangganya. "Sebenarnya saya tidak menyampaikan kritik
Anda pada mereka. Saya harap Anda tidak keberatan. Saya katakan pada pemilik
apotek itu betapa Anda terkagum-kagum melihat caranya mendirikan apotek di
kota kecil ini. Dan, Anda merasa apoteknya adalah salah satu apotek dengan
pelayanan terbaik yang pernah anda temui."
--------------------
--Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan(disediakan) kebaikan dan tambahan
(ridha Allah) serta muka-muka mereka tidak tertutup oleh kehitaman dan tidak
(pula) kehinaan. Mereka itulah ahli surga yang mereka kekal di dalamnya [Yuunus; 10:26]
_______________________ catatan :
artikel ini di-copas dari milis padhangmBulan, dg sender berinisial : LM/WP.
gb dari : sini
Semoga kita, dan terutama saya, bisa belajar banyak dari cerita sederhana tapi berarti ini.
Seringkali cara/metode/teknik sangat penting untuk dipikirkan dan menentukan keberhasilan, jauh lebih efektif daripada bagusnya tujuan, tanpa teknik dan strategi yang baik. Semoga.
Rabu, 09 September 2009
KEBAIKAN YANG INDAH
Posted by
AK Tontowi
at
22:34
1 comments
Labels: Belajar Ikhlas, Socio-Religio
Alhamdulillah, Passwordku Bisa
Alhamdulillah, setelah mencoba dengan pantang menyerah, berbulan-bulan, berminggu-minggu, berhari-hari (loh, kok kebalik?), akhirnya password gmail/blogger ini bisa saya ingat kembali.
Semoga dengan begini, blog ini bisa kembali terupdate (ah alesan mulu).
Eh tapi bener, tidak updatenya blog ini memang ada hubungannya dengan lupanya password, walau memang penyebab utamanya karena tulisannya yg tidak pernah siap upload, hehe...
Demikian dulu
Posted by
AK Tontowi
at
00:14
1 comments
Labels: Celoteh tak utuh
Selasa, 07 Juli 2009
Status-status FB itu..
Ya, yang saya maksud FB adalah fesbuk alias Facebook.
Kok FB dibawa2 kesini ?
Iya, karena saya ingin menyalahkan ke-FB-an saya yang menyebabkan blog ini lagi-lagi terlantar.
Itu pertama :)
Kedua,
Pada galibnya (kenyataannya ?), banyak hal yang saya tuangkan di FB (berikut beberapa komen, diskusi, serius maupun sok serius, becanda, maupun konyol) bisa saya tuliskan dan detilkan menjadi sebuah tulisan yang lebih bermakna di blog (halah, makna apanya?). Maksudnya, bermakna untuk mengisi kekosongan blog, begitu :)
Ketiga,
Saya sudah menyimpulkan, untuk kondisi saat ini saya 'tidak sanggup' untuk terus 'berkarya' secara lebih baik dan utuh (walah, emang yg mana) di blog ini. Jadi mungkin akan saya isi dengan memakai gaya yang lebih 'natural' (maksudnya, sekenanya kale hehe).
Tapi saya jamin tetep bermakna kok (lihat soal makna di point 2 di atas haha..)
Demikianlah, akhirnya ini lah persembahannya..
_____________________________
7 Juli 2009 :
Untuk melakukan sesuatu yang serius dan penting, kita harus pakai ilmu. Jadi, Maaf Kawans, "Elmu" saya belum cukup untuk memahami ini semua... Selamat (TIDAK) Memilih.. !
6 Juli 2009 :
Benarkah kita masih PERLU memilih, ketika semua PIHAKs (jama'ah/gerombolan-nya),
menempuh SEGALA cara untuk menang ? Benarkah kita (sedang) memilih Pemimpin? Sungguh, Saya memilih untuk jadi PemimPI saja!!
2 Juli 2009 :
JK pinter sekali mengkategorisasi masalah, cepat punya solusi, walaupun masih debatable;
Sby memang bijaksana, pintar mengargai orang, cukup intelek d berhati2, tapi jadi kurang menukik
1 Juli 2009 :
Mungkinkah Politik "Langit" ada berbarengan dengan dunia Duit (Kapitalisme cs) ?!! no
.. no.. dont think so..
26 Juni 2009 :
Simplifikasi: Utang Negara yg Trilyunan ini, mgkin seperti kita yg utang KPR. Seberapa
banyak dari kita bisa beli rumah tanpa KPR ?
24 Juni 2009 :
Kita punya pecel nikmat, tapi peraciknya tukang rebutan dan penjaganya kelas sinetron.
Kita punya roti harum, tapi belinya harus ke warung si Mister, with a CC, its a must
condition! . Kita bisa bikin gudeg ciamik made in celebes, tapi para makelar sudah antri
tak karuan. What a BAD choices..
23 Juni 2009 :
Wiranto memang tentara yg cerdas d cukup tenang, Budiono konseptual dan luas, Prabowo
hanya salut sama semangatnya
23 Juni 2009 :
Jika yang engkau tuhankan segunung emas, maka tunggulah sampai gempanya menguburkanmu (*from somewhere*)
19 Juni 2009 :
[Berita Ngawur] Vandalisme Suramadu...
dari JP
Hahaha.. Bangsa yg Lucu, baru belajar alam full demokrasi, Euforia yang tak
berkesudahan.. Sekali lagi, note saya tentang Budaya Internet, Budaya NGERUMPI menjadi
SANGAT Penting (hehehe promosi) --
di sini
18 Juni 2009 :
DEMOKRASI 3.0! Kawans, mungkinkah "mengendalikan" negara/politik lewat suatu System ??..
Demokrasi 2.0 sudah dimulai.. Mungkinkah menginisiasi Demokrasi 3.0 ?!
17 Juni 2009 :
Ketika kepala terang benderang, tanda Otak bekerja gamblang... Ketika hati berdesir
tentram, tanda Nurani sedang tersiram... Ketika dada berdegup kencang, tanda Nafsu
sedang meradang.... (T or F, Believe It or Not)
15 Juni 2009 :
Pemberantasan Korupsi SBY paling lugas! (hey kawans.. diriku obyektif kan? :D)
15 Juni 2009 :
tapi..... diriku masih belum mengerti juga, kenapa namanya Suramadu ???
15 Juni 2009 :
Isu Kemandirian JK menarik juga
12 Juni 2009 :
Temans, bagi orang luar, Indonesia sangat menarik dan kaya. Monggo optimalkan
pengetahuan dan pengalaman keIndonesiaanmu utk kepentingan bangsa ! Merdeka !!
(halaah..) (*berdasar pengalaman pribadi yg sering tergagap menjelaskan pariwisata Indonesia, krn minim exprnce hix..)
10 Juni 2009 :
Sejak lama diriku deg2an menunggunya. Dan hari ini adalah salah satu puncaknya. Selamat datang yang kutunggu-tunggu... (Selamat tretan Madura, selamat menyambut Suramadu)
3 Juni 2009 :
Semakin diperhatikan kok ternyata semakin tidak menarik... (a message for an object : politica of indonesiana)
1 Juni 2009 :
Memang semakin luas cara dan volume orang berkomunikasi, (seakan2) semakin banyak dan kompleks problem terjadi. Dan kita ternyata masih harus terus belajar, belajar, dan bersabar... Semoga !
Posted by
AK Tontowi
at
22:33
3
comments
Labels: Celoteh tak utuh, Gado2, Indonesiana, Socio-Politica, Socio-Technology
Rabu, 15 April 2009
Puisi2(an) Legisla-si(a2)
Satu Pemilu lewat baru saja
Ada ceria, ada euforia
Ada bencana, ada (yg jadi) paria
Karena harta sudah tiada
Bukan itu saja
Karena banyak juga yang gila
Hanya karena suara
Apa daya, perjuangan itu hanya mimpi semata
Karena engkau harap pesta
Di atas derita para jelata
Bagi yang tersenyum di sana
Apa pula yang ada di kepala
Apakah nasib bangsa
Ataukah kemewahan keluarga
Apakah perbaikan kasta
Juga rebutan harta negara
Lalu Sang Suara bertanya
Apakah yang kau maksud idealita
???
Posted by
AK Tontowi
at
21:17
2
comments
Labels: Indonesiana, Renung, Socio-Politica
Kamis, 02 April 2009
Kampanye, Pemimpin, dan Panggung itu

Sudah dua minggu masa kampanye pemilu. Tiga orang sekawan, masih tenang2 saja.
So : Hey Te, juga kamu Re, gak ikutan kampanye?
Te : Kampanye kan buat yang punya kepentingan
Re : Iya, kan kita bukan caleg
So : Lo tapi kan kalian perlu punya wakil?
Te : Aku merasa tidak diwakili
Re : Aku merasa baik-baik saja tidak punya wakil
So : yaah.. tapi kan paling tidak kamu2 perlu pemimpin dong
Te : Pemimpin itu yang banyak membantu dan mendukung, bukan minta banyak bantuan dan
dukungan
Re : Setiap orang kan pemimpin, kata agama
So : Ah susah deh, okelah, jangan ngomong pemimpin deh.. tapi kan kalian perlu dpr &
Presiden. Pengurus dan ketua pengelola pemerintahan negara
Te : Itu kan kebutuhan para pemain politik, kami2 sih gak ada hubungannya
Re : Secara filosofis, presiden dan dpr itu bawahannya rakyat, jadi mereka yang perlu
mengelu2kan kita, bukan sebaliknya, mereka yang di atas panggung, kita yang kepanasan
berebut nasi bungkus
So : ah au ah.. gelap ngomong ma kalian. Ku mo pergi, ikut rame2 kampanye
Te : Kemana?
Re : Kampanye apa?
So : hmm..itu.. pokoknya yang ada dangdutnya deh..
Te : lha..? tapi kalo gitu aku ikutan deh..
Re : ???
Posted by
AK Tontowi
at
10:18
2
comments
Labels: Celoteh tak utuh, Dialog, Indonesiana, Socio-Politica, SoTeRe Mania






