photo '..from NoWhere to SomeWhere..' by ak
..karena belajar adalah kewajiban dan kebutuhan seumur hidup.. ...karena kebaikan adalah energi + yang tak lekang oleh waktu...

Rabu, 31 Desember 2008

Ketika Anak Menyebalkan !!!

Hari ini akhir tahun
Sekian banyak orang berharap ceria
Daku pun sedikit banyak begitu juga
Paling tidak bisa berpanjang sang liburan

Apa daya langit rumah tak selamanya cerah
Guntur dan gemuruh kadang bersahut tak terduga
Kadang karena presiden sedang kalut
Kadang karena sang menteri juga kusut

Tapi kali ini satu rakyat sedang kalut
Bersungut-sungut mengobarkan bara yang tersulut
Daku ikut merengut
Mencoba melumpuhkan gelora yang coba direnggut

Braak!!!

Daku tak kuat menahan gejolak
Melabrak gerbang yang diam tak peduli
Lebih baik kucari ceria di kedamaian resto nan bersorak
Agar segera hilang amarah yang menyembul dari dalam sunyi

Sesaat kunikmati suasana
Sesaat kulupakan bara

Sekeliling berdiam dalam ruang sendiri
Sekeliling berjalan dan berlari kesana kemari
Sekeliling tiba-tiba menghentak memecah udara
Sekeliling tiba-tiba menawarkan pengap dalam ruang terbuka

Ada apa

Bukan apa-apa
Bukan, bukan di sini tempat menenggelamkan duka
Bukan di sini tempat menumbuhkan suka
Bukan di sini tempat menyemai asa

Kepalaku melayang ke alamat sang pengganggu
Dimana hati dan bunga-bunga kecil sedang menunggu
Kasih dan canda sang penguasa gubuk
Agar tak runtuh langit yang sedang mabuk

Betul adanya

Di sanalah telaga itu ada
Dengan sang penunggu yang senatiasa sabar setia
Dengan sang pangeran dan para peri yang tak berdosa
Di hadapan sang penjaga yang layaknya perkasa, penuh suka, membawa damai sentosa

Begitulah

Tak ada yang lebih ramah selain di sana
Tak ada yang paling indah kecuali dengan semua
Tiada damai yang cerah berahma
Tiada noda yang tak mau hilang selamanya

Bersama para pecinta dan dicinta
Semoga

Selasa, 23 Desember 2008

D3 - part 1


Dialog Dengan Diri (D3)
Sebuah rangkai tanya dan asa dalam pergantian masa


Hai, kamu baik2 aja?
Baik.
Tapi kamu ndak ceria?
Siapa bilang kabar baik harus ceria?
Hmm.. kenapa gitu?
Kalo kamu bilang baik itu ceria, berarti yang punya kabar baik terus selalu artis dong. Kecuali ia lagi berakting sedih. Padahal siapa jamin, sang artis punya kabar yang baik?

Jadi, baik itu gimana?
Ya.. tergantung ukuranmu dong.
Wah.. kamu sih ndak mau jawab itu.
Baik dan tidak itu kan menyangkut keadaan. Bisa hati bisa fisik, bisa dua-duanya. Itu juga tergantung standar-standar hidupmu. Kalau ceria atau tidak kan terkait ungkapan fisik. Apa yang keliatan dari luar. Raut muka, gerak tubuh, intonasi suara. Apa kamu mengira seorang ibu yang menangis bahagia saat anaknya menikah, itu sedang tidak baik keadaannya? Apa kamu mengira seorang yang tiba-tiba menari-nari melompat girang di jalanan itu pasti sedang baik keadaannya? Jangan-jangan malah ia tidak berhenti melakukannya sepanjang hari dan minggu :P.

Jumat, 21 November 2008

Technology : Quo Vadis?

Tulisan ini masih berupa 'salinan' dari obrolan saya dengan temen-temen di milis tertentu. Ini pun sudah cukup jadul. Tapi gak papa ya. Idenya masih relevan kok (maksa). Tulisan ini sebenarnya terkait tulisan Dewi Lestari -Harta Karun buat Semua - yang diposting seorang rekan. Bukan, saya bukan fans berat si Dee, tapi kebetulan saja waktu itu idenya cukup menarik. Silakan cari sendiri tulisan aslinya, karena memang sudah cukup (sangat?) lama.

Saya ingat pernah membahas tentang semacam 'tesis' pribadi dengan seorang teman, bahwa:

"Sebenarnya (extremnya) saat ini kita (dunia) ini sudah tidak memerlukan lagi mengejar technology (yg lebih) canggih, karena yg lebih dibutuhkan adalah 'teknologi moral' yg bisa membuat kita (dunia) bisa merasakan kemajuan/kemakmuran/kedamaian bersama--yg lebih merata.."

Sekedar contoh extrem adalah, selagi jutaan dolar US (entah punya siapa aja; kemarin2 sih, kalo sekarang US lagi sekarat juga!!) dialokasikan ke research angkasa luar (dan telematika salah satunya, mungkin), kenapa tidak lebih dulu 'dunia sepakat' untuk berhenti dulu, agar dana yang sedemikian besar itu bisa digunakan untuk mengangkat harkat jutaan orang di negeri2 tertinggal?

Pasti, sebagaimana teman saya -- walaupun beliau tidak full-kontra, akan banyak pro-kontra dg ide tersebut. Akan banyak sekali aspeknya. Dan mungkin akan kedengaran naif, simplifikatif, kontra-modern, dsb (asal gak kontra-revolusi ya? :P)
Kata sang teman: ya tidak perlu begitu, setiap orang/kelompok bisa 'berlari' sendiri sesuai kepentingan dan idealisme nya; yang lebih diperlukan adalah lebih menyeimbangkan : yg terlalu ke atas, bisa lebih horisontal sedikit, yang terlalu lebar, bisa lebih memanjang, dst...

Bisa dibilang betul juga, mgkin seperti saat jaman perang pun (perang modern maupun perang jamannya nabi), tetep ada semacan role --setiap orang berperan dan berjalan dg responsibility masing-masing--, bahkan sabda Nabi sendiri : tidak perlu semuanya ikut berperang, harus ada yg tetap menuntut ilmu.. Artinya dalam keadaan apa pun, kepentingan dan 'kecenderungan' tiap orang/kelompok, mesti dan perlu diwadahi.

Hanya masalahnya, nampaknya sekarang yg ikutan 'berperang' di technology/business enhancement jauh lebih besar daripada yang lebih tertarik untuk memeratakannya; dan melihat trendnya, nampaknya masih jauh dari harapan di tulisan itu, untuk melihat orang cukup 'berjalan' saja dulu. Begitu..

Kalau (mem) bingung (kan) lapor yak?

Rabu, 29 Oktober 2008

Pengen Nonton Film Bagus (adakah?)


Buat temen-temen yang kecewa karena blog nya nganggur, buat beberapa biji klik yang kesasar, dan buat siapa aja yang setia menemani (wix..), selamat berjumpa kembali. InsyaAllah kondisi hiatus nya tidak akan dibiarkan berlama-lama lagi (masak sih? Janji mulu :)).

Mengutip seorang rekan, sebenarnya selama ini saya masih aktif jadi penulis :P : kadang nulis sms, kadang nulis ucapan bos, kadang nulis email, kadang blog, sering juga nulis milis (lha jadi penulis benerannya kapan ya?).
Nha, yang terakhir ini yang sebenarnya cukup ‘mewakili’ absensi saya di dunia blog. Dan.. kalo boleh saya buka rahasia dikit :), blog ini ada salah satunya karena untuk menampung “napsu” ngoceh, eh nulis, saya di milis-milis.

Hmm.. karena itu, saya ingin mengangkatnya (ah kayak novel mo difilem-in) saja ke sini. Ada yg mungkin akan saya edit dan mark-up, eh make-up, ada yang apa adanya, ada yg sedikiiit sekali editnya. Seperti di bawah ini.
………….

Baru (xxsemingguxx) beberapa minggu lalu saya nanya ke milis (ex) kampus, tentang semakin hebatnya Dubai dalam membangun infrastruktur2 kelas atas, seperti hotel, bangunan2 megah dan mewah, dan macem2nya. Seakaan2 kemewahan Dubai tak tertandingi di dunia.

Saya nanya ke forum, apa memang benar secara ekonomi (macro) TimurTengah (khususnya Dubai tadi) sudah menjadi kekuatan ekonomi baru dunia (secara keseluruhan : fundamental, produktif, konsumtif..). Karena katanya satu2 nya liquid fund (dana yg bisa dicairkan segera?), itu hanya ada di Timur Tengah. Sedang Amrik lagi pingsan, Eropa mungkin terseret, Cina baru mulai bangun... dst.

Seorang senior di situ, memberi jawaban dengan simple : sudah nonton film Syriana ? Karena katanya film itu berdasarkan rumor yg benar,dan terkait pertanyaan di atas. Wah.. saya sih kayaknya pernah nonton, tapi cuman sepotong2. Karena dalam beberapa bulan terakhir, saya cukup males nonton.

Terus terang sedikit sekali film2 (besar dan terkenal) pun yg bisa bikin saya fully impressed (sangat terkesan). Apalagi film Indonesia. Sejak jaman kuliah, sampe sekarang, film yg paling berkesan bagi saya adalah "Devil Advocate" (Al-Pacino & Keanu Reeves). Itu sekitar tahun1997-an.Bukan karena para actornya mirip saya (hehehe..). tapi ada sesuatu difilm itu yg bisa saya ambil 'ajaran dasarnya'. Cobalah tonton...mungkin anda bisa punya pengalaman yg sama. Mungkin juga tidak, seperti teman saya dulu yang merasa 'saya tipu' :D.

Begitu banyak film2 terkenal yg kata orang bagus... bikin saya kecewa.. krn tidak ada sesuatu yg bisa membuat saya ter-impresi karenanya. Yang ada adalah saya jadi 'sombong' : wah.. kalo cuman gitu sih, saya bisa bikinnya :D. Apalagi film Indonesia.. apalagi kelas sinetron :P.
Makanya sampe sekarang saya belum berminat nonton LP (baca novelnya separu) maupun AAC (baca novelnya full, walo telat). Hmm.. tapi ingat2 saran tentang Syriana, kayaknya saya mesti berpikir lagi : mulai lagi nonton film2 (bagus).

Siapa mau ? atau ada saran?


Salam,
Tontowi
JurongEast,Oct08

Rabu, 01 Oktober 2008

Mohon Maaf Semesta

Mohon Maaf Semesta

kepada engkau yang pernah aku sakiti
kepada engkau yang sering aku kasari
kepada engkau yang susah aku senyumi

aku meminta maafmu

kepada beliau yang aku harap doanya
kepada saudara yang tak habis cintanya
kepada sang kinasih yang tak bosan bersama
kepada sahabat yang tak alpa dalam suka duka

aku junjungkan kata maafku

kepada mereka yang kerap aku cueki
kepada mereka yang gampang aku sindiri
kepada mereka yang tak jarang aku kata-katai

aku memohon maafmu

kepada forum-forum yang kusombongi dengan atau tak sengaja
kepada komunitas maya yang berbagi ilmu dengan bahagia
kepada masyarakat dunia yang tanpa malu ku bertanya

aku kan harap didera maafmu

kepada sang waktu yang tak kunjung kupenuhi hak-hak hakiki
kepada sang mentari yang kulewati saja hari demi hari
kepada sang bulan yang sering terjalani tanpa arti
kepada sang bintang yang tak kusapa tanpa tahu diri

aku haturkan maafku

kepada sang Pemilik para engkau
kepada sang Pencipta para beliau
kepada sang Penyayang 'para' mereka
kepada sang Pengayom komunitas apa saja
kepada sang Penguasa galaxi para bintang

daku memohon rido dan ampunMu
duhh...


Selamat Iedul Fitri 1429H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Batam, 1 Syawal 1429H